Minggu, 14 Agustus 2011

Impian Daniel pesdrosa

Menarik mengikuti perjalanan para pembalap MotoGP terutama dalam hal kontrak. Seperti kita tahu bahwa kombinasi pembalap dan motor balap yang tepat adalah suatu formulasi kesuksesan. Namun seringkali sulit ditemukan kombinasi yang cocok antara pembalap dengan motornya.
Seperti ketika siang ini daku mendapat pesan dari Mas Anton yang memberikan link menarik, yaitu keinginan Pedrosa bergabung dengan tim Yamaha. Impian Daniel Pedrosa ini bukan tanpa alasan, karena dia menilai motor Yamaha adalah yang terbaik dan dinilai dapat membantunya untuk meraih jenjang prestasi tertinggi. Namun sayang karena tidak ada posisi lowong untuk Daniel Pedrosa di tim Yamaha sehingga Pedrosa memperpanjang kontraknya di Honda walau pun dia menilai motor Honda kurang kompetitif.
Situasinya sedikit berbeda dengan Jorge Lorenzo yang pernah ditawari masuk ke Tim Ducati dengan tawaran yang lebih menggiurkan dari pada yang diperolehnya di Tim Yamaha. Namun Jorge Lorenzo tetap memilih tinggal di tim Yamaha. Jorge Lorenzo tahu bahwa dia mengendarai motor yang terbaik, walau pun dia tahu bahwa motor Yamaha bukan yang tercepat.
Nampak bahwa kedua pembalap ini tahu bahwa kombinasi pembalap dan motor yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik.
Namun daku melihat ada hal yang kurang mendapat perhatian yang mungkin sebenarnya sangat mempengaruhi, yaitu adanya faktor Valentino Rossi. Loh, kok ujung-ujungnya Valentino Rossi tho?
Iya, karena menurut diskusi, ada beberapa pembalap yang mampu memberikan feedback yang baik bagi tim teknis dan pabrikan. Salah satunya adalah Valentino Rossi di samping Loris Capirossi. Valentino Rossi mampu memaksa Yamaha untuk memperbaiki kinerja motornya dengan feedback yang membangun. Sebelum Rossi, Yamaha sempat vakum dari kemenangan salama beberapa tahun. Dan ketika Rossi bergabung dan membawa serta kepala teknis andalannya yang mumpuni dan mampu menerjemahkan keinginan Rossi, tim Yamaha menjadi semakin baik. Bahkan kini semakin superior dibanding motor-motor lain.
Dan pengaruh Rossi beberapa tahun di tim Yamaha mampu mengubah segalanya. Tidak hanya masalah teknis, tapi juga prestasi tim Yamaha. Sedikit banyak pengaruh ini mempengaruhi pembalap lain yang masih sepayung dalam payung Yamaha. Dan pengaruh ini sangat positif.
Bahkan Lorenzo pun menyadari bahwa pengaruh Rossi yang setim dapat memberikan pengaruh yang positif bagi dirinya. Daku rasa sangat benar keputusan Lorenzo untuk tetap memilih tinggal di Yamaha walau pun tawaran Ducati lebih menggiurkan. Dia tetap memilih berada di tim hebat dengan terus belajar dari Valentino Rossi. Tidak berlebihan jika banyak orang menggadang-gadang Lorenzo sebagai calon juara dunia di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar